View Merapi Merbabu

Sejoli gunung Merapi Merbabu tampak cerah menghijau.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 07 September 2012

Menyusuri Pesona Pahatan Alam Goa Cerme

LETIH yang menyerang usai menyusuri lorong goa hampir lima belas menit lenyap dalam sekejab. Pesona stalakmit sebesar gajah di kiri lorong menjadi pembuka kemegahan Goa Cerme diwilayah kecamatan Imogiri Bantul. Pemandangan ornamen yang terbentuk dari tetesan air berzat kapur selama jutaan tahun lampau menjadi sayang untuk dilewatkan.

Menaklukkan Cerme tidak hanya memuaskan mata oleh eloknya stalakmit dan stalaktit di sepanjang lorong. Lebih dari itu, yakni semakin menyadarkan kita tentang keagungan Yang Maha Kuasa menciptakan jagat raya ini.

Memutuskan masuk Gua dengan ribuan stalakmit dan stalaktit berarti harus menyiapkan mental. Karena begitu kaki menginjakkan kaki di lorong gua dingin air aliran bawah tanah dingin menusuk tulang hingga akhir lorong gua di Dusun Ploso Desa Girikerto Kecamatan Panggang, Gunungkidul.

Selama di dalam gua anda akan banyak menemui stalaktit atau ornamen menggantung di atas lorong bentukan karena tetesan air kapur. Sedang stalakmit, ornamen menyembul dari dasar gua akibat tetesa air kapur dari atas. Termasuk colloumn gabungan stalaktit dan stalakmit menjadi sebuah tiang.
Gua dengan ketinggian 300 meter di atas permukaan air laut itu menyimpan banyak cerita. Termasuk adanya sebuah stalakmit ukuran besar dan lebar yang sering di sebut lokasi bertemunya para Wali.

Jangan pernah membayangkan semua mudah. Mata harus meningkatkan kewaspadaan, bila tidak ingin terperosok. Tidak hanya itu, bila tidak mengikuti arahan pemandu kaki anda akan tersangkut pada bongkahan batu kapur. Namun semua perjuangan selama perjalanan itu akan terbayar lunas oleh keelokan alam bawah Pegunungan Seribu itu. Di dalam gua itu pula anda akan� menemukan air terjun mini sebagai pelengkap indahnya Goa Cerme. (kr.co.id)

Kamis, 06 September 2012

Diprotes, Plang Nama Jalan Malioboro Kembali “Jadul”

Setelah selama hampir seminggu menuai protes, akhirnya plang baru nama jalan Malioboro Yogyakarta diganti dengan yang lama. Secara otomatis, plang nama jalan ini tetap menampilkan aksara Jawa dan didominasi warna hijau dengan berbagai aksen “jadul”.

Saya sedang berjalan-jalan Rabu (5/9/2012) siang ketika mendapati beberapa pekerja sedang menghaluskan semen pondasi yang menopang plang nama jalan Malioboro dekat stasiun Tugu. Saya terkejut, karena plang baru warna-warni yang sempat menghebohkan masyarakat juga ranah maya ternyata sudah hilang, dan plang lama yang berwarna hijau sudah terpasang. Setelah saya bertanya, barulah salah satu pekerja mengatakan  bahwa memang plang lama kembali dipasang, karena menindaklanjuti keluhan masyarakat.

Akhirnya saya memutuskan mengonfirmasi hal ini langsung ke pihak Dinas Pariwisata kota yang kebetulan kantornya tidak jauh dari situ. Dengan wawancara singkat bersama Kepala Divisi Keamanan dan Ketertiban Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Syamsudin, saya dapatkan informasi bahwa pengembalian plang lama nama jalan Malioboro adalah bentuk respon pemerintah kota terhadap pendapat masyarakat.

“Ya memang kita bergerak cepat, Mas. Begitu tahu masyarakat sekitar malioboro, pedagang sampai wisatawan mengadukan keluhannya terkait plang baru, kita langsung copot dan pasang kembali plang yang lama,” kata Syamsudin usai mengikuti rapat terbatas di kantor UPT Malioboro. 

Sebagai catatan, plang baru nama jalan Malioboro sempat menuai protes di kalangan masyarakat sekitar, wisatawan sampai pengguna media sosial. Plang baru yang berbentuk kotak lampu berwarna putih dengan tulisan ‘kawasan jalan-jalan’ lengkap dengan ilustrasi warna-warni itu dianggap menghilangkan nilai sejarah dan budaya Malioboro yang begitu kental. Beberapa kritik menyampaikan bahwa plang lama yang berupa seng berbingkai dua dimensi berwarna hijau dengan tulisan putih lengkap dengan aksara jawa di bawah tulisan Malioboro itu lebih Njogjani. Lebih menonjolkan nilai historis Jogja.

Syamsudin pun tidak menampik hal itu. Ia menuturkan, sebetulnya penggantian plang ke desain baru dilakukan sebagai bagian dari revitalisasi kawasan wisata Malioboro. Revitalisasi kawasan yang berdiri sejak 1755 ini mencakup penertiban reklame dan PKL, pengaturan kantong-kantong parkir, sampai penataan kawasan pejalan kaki yang saat ini sudah memasuki tahap kedua berdasarkan Perda No. 26 tahun 2002.
Selain plang nama jalan, beberapa plang yang menonjolkan kesan muda juga dipasang untuk menandai kawasan pejalan kaki, jalur kendaraan, dan kawasan perdagangan. 

“Revitalisasi Malioboro akan tetap berjalan. Kita akan fokuskan dulu di penertiban reklame dan pengaturan pedagan kaki lima,” lanjut Syamsudin. Mengenai bagian pedestrian yang rumputnya sempat rusak karena terinjak-injak selama musim lebaran baru-baru ini, pihaknya berencana untuk melanjutkan penanaman sambil menggunakan strategi yang lebih baik dalam menyosialisasikan revitalisasi kawasan Malioboro.

Jadi, tidak perlu lagi memprotes plang nama jalan Malioboro. Sekarang, salah satu objek foto di kota Yogyakarta itu sudah kembali “jadul”. 

kompas.com

Jangan Menikah Karena…

JANGAN MENIKAH KARENA….
 
PERASAAN TERTARIK YANG MENGELORA
Orang mengira bahwa perasaan tertarik yang menggelora adalah bukti cinta yang sungguh-sungguh.  Dengan perasaan itu orang berani datang mengatakan mencintai sesorang dan mengajak menikah karena perasaan yang kuat akan menjadi pengikat yang kuat kesatuan mereka.
Apalagi kalau perasaan itu bersift timbal balik.
Akan tetapi harus disadari perasaan itu bersifat menikmati. Dengan demikian perasaan cenderung egois. Perasaan ketika diberi tempat utama akan membuat pikiran meredup dan menguasai kehendak.
Pada waktu itu, seseorang tidak bisa berpikir dengan lengkap. Orang tidak bisa menilai bahwa pernikahan itu memiliki dimensi2 yang luas. Pernikahan menyatukan 2 pribadi, bahkan juga seringkali menyatukan 2 kelarga besar.
Karena itu begitu banyak yang harus dibicarakan, untuk itu tidak cukup dengan perasaan, bahkan sekalipun perasaan itu begitu menggelora.
Perasaan itu karena bersifat menikmati, maka mudah meredup dan hilang, ketika harus berhadapan dengan kerugian atau luka. Padahal dalam kesatuan 2 pribadi itu pasti akan terjadi luka melukai dan memerlukan adanya pengorbanan untuk terjalinnya kesatuan yang mendalam.
Maka tidak heran, pernikahan yang nampkanya dimulai begitu indah cepat sekali menjadi suram, karena perasaan yang hilang. Orang mengatakan tidak ada cinta lagi.
Perasaan penting, tetapi harus disertai pemikiran yang mendalam. Pikiran harus dipakai untuk mencari apakah ada nilai-nilai yang cocok atau saling menerima. Pikiran harus dipakai untuk menilai apakah punya kemampuan untuk menanggung kekurangan dan berkorban untuk pasangannya.
Perasaan adalah alat untuk menikmati hubungan, sehingga memberi keindahan, tetapi bukan dasar yagn kuat untuk menyatukan.

MENDAPATKAN PENGGANTI ORANG TUA
Ada seorang pria yang ingin menikahi seorang wanita karena ia seperti ibunya. Demikian juga seorang wanita ada yang mau menikah dengan seorang pria karena pria tersebut menyerupai ayahnya.
Dia seolah menemukan orang yagn bisa mengerti dan menerima, serta bisa memperlakukannya dengan tepat.  Dan dengan menemukan orang seperti itu, dia merasa akan berbahagia bila menikah dengannya.
Bisa jadi pernikahan dengan dasar demikian bisa berjalan. Namun perlu disadari bahwa setiap orang memiliki kekhususan, tidak bisa menjadi orang lain. Seorang wanita tidak bisa menjadi ibu. Mungkin dia punya sifat yagn sama, tetapi dia punya pengalaman hidup yagn berbeda. Pengalaman hidup ini membentuk kepribadiannya secara khas.
Karena itu dia tidak akan bisa berlaku sebagai ibu atau ayahnya. Kalau dituntut seperti itu pada suatu saat dia akan mengecewakan, dan yang menuntut juga akan kecewa. Sebab dia akan menampakkan kehidupannya sendiri berdasar kepribadian yang terbentuk selama ini.
Mungkin seseorang mengagumi ayah atau ibunya, dan pingin memiliki suami atau isteri seprti orang tuanya. Namun  perlu disadari hal itu tidak boleh dimutlakan. Orang-orang yang memiliki keterikatan dengan orang tuanya ( ayah atau ibunya ), perlu menilai dirinya dan perlu bertumbuh supaya kebergantungannya untuk hidup dengan pribadi seperti ayah atau ibunyan itu hilang.
Seorang yang mau menikah harus siap menerima pribadi pasangannya secara khas, jangan disamakan engan orang lain. Dan dengan demikian dia akan bisa menikmati hubungan dengan pribadi yang khas itu seumur hidupnya.

MENDAPATKAN ORANG YANG MIRIP DENGAN KEKASIHNYA YANG LALU
Seorang yang kehilangan kekasih yang dulu sangat dicintainya, mengharapkan mendapat orang yagn sama. Ketika dia merasa menemukan orang itu, maka dia ingin menikahinya.
Namun tentu dia akan segera kecewa, sebab orang tersebut tidak akan persis sama dengan kekasihnyan yang lalu.
Sebagaimana penjelasan sebelumnya, setiap orang memiliki kepribadian yang khas. Jadi dia harus menikah dengan pribadi yang khas itu.
Karena iut ketika seseorang putus dengan kekasihnya, apapun penyebabnya, dia perlu cepat menyelesaikannya. Jangan biarkan sakit hati berkelamaan, atau terus mengharapkan kekasih itu.
Apabila dalam situasi sakit itu dia ketemu dengan orang lain, dan dia merasa cocok, besar kemungkinan dia akan mengharapkan orang tersebut berlaku seperti  kekasih lamanya. Dan tentu dia akan kecewa, pasangannya juga akan kecewa.

MENDAPATKAN ORANG UNTUK MENGOBATI LUKANYA
Tidak sedikti orang yagn terluka.
Pertama dia mungkin terluka karean hubungan pacaran yang terputus.  Mungkin dia dikhianati , ditinggal, atau karena alasan orang tua. Keadaan terluka ini sangat berbahaya untuk menjalani pernikahan. Sebab pernikahan akan dipakai untuk mengobati luka itu. Pasangannya akan diperlakukan sebagai obat atau tabib.
Pasangan yang diperlakukan demikian tentu akan terluka juga pada akhirnya. Sebab dia sendiri membutuhkan obat dari luka-luka yang dialami dari perjalanan hidupnya di masa lalu.
Pernikahan seperti itu memiliki dasar yang sangat rapuh, sebab pernikahan harus didasarkan kepada keputusan untuk saling memberi dan menerima, saling berkorban. Pernikahan juga punya maksud untuk mewariskan nilai-nlai kehidupan kepada anak2nya.
Pernikahan yang dimaksudkan untuk mengobati akan merusakkan pernikahan itu sendiri. Pernikahan memang juga punya fungsi untuk saling mengobati, tetapi itu saling dan merupakan bagian dari  fungsi2 kehidupan pernikahan yang besar. Pernikahan tidak dimaksudkan untuk menjadi lembaga terapi.
Celakanya , dalam hubungan pria wanita ada sindroma “juruselamat”.   Banyak orang ingin menjadi penyembuh, terapis, atau pembebas bagi pasangannya. Ketika bertemu dengan orang yagn bermasalah, apalagi luka2 karena putus cinta, akan merasa sangat berarti apabila bisa menyembhkannya. Dan dia berpikir dengan menikah bisa menyembuhkan.
Jadi seringkali pernikahan bisa terjadi antara “pasien” dan “terapis” . Ada kebergantungan antara keduanya. Tetapi karena pernikahan itu punya kebutuhan dan tanggung jawab yang lebih luas, maka pernikahan seperti ini tentu akan terjerumus dalam keadaan saling melukai satu sama lain.
Pernikahan yang didasarkan pada relasi seperti  di atas akan membahayakan anak2. Anak2 yang lahri tidak akan mewarisi nilai-nilai tetapi akan mengalami akibat dari luka-luka orang tuanya itu.
Ke dua, luka-luka karena hubungan dengan orang tua. Apabila seseorang masih memiliki luka-luka batin karena perlakuan orang tua, lalu menikah, maka pernikahan itu tentu akan membuat luka pasangannya dan melukai dirinya juga. Keterangannya seperti yang telah ditulis di atas.
Sebelum memutusakn menikah, hendaknya dia telah disembuhkan dari luka-luka itu,
Dengan demikian dia akan memasuki pernikahan dengan pikiran, perasaan, dan kehendak yang sehat, dan mampu menjadi pribadi yang utuh.
Dengan kepribadian yang utuh, dia siap untuk saling menerima, saling memberi, dan saling mendukung.

kompasiana.com

Rabu, 05 September 2012

Pawon Sawah Resto, "Good Food, Good Place"

Ingin menikmati sajian kuliner khas Nusantara dengan suasana alam yang asri dan segar ? Pawon Sawah Resto yang berlokasi di Wisata Kuliner Kampung Pringwulung, Condong Catur, Depok - Sleman , bisa anda jadikan alternatif untuk bisa mendapatkan dua keinginan tadi sekaligus, makanan yang enak dengan suasana hijau yang menyegarkan mata juga pikiran bisa anda nikmati bersama keluarga maupun teman-teman.

Resto dengan konsep bangunan natural etnik nan sederhana ini memiliki kapasitas hingga 200 orang. Pawon Sawah Resto merupakan restoran yang sangat fleksibel, bisa untuk semua kalangan (all segment) dan cocok untuk segala acara misalnya acara nonton bareng pertandingan bola, perayaan ulang tahun, arisan, reuni, launching produk, rapat, bahkan resepsi pernikahan dengan tema garden party, paket menu sajian bisa disesuaikan dengan keinginan anda dengan harga yang kompromi. 

Pawon Sawah Resto menawarkan menu makanan yang variatif, tersedia aneka pilihan Nasi Goreng Cumi, Udang, Jamu, Bakso + Sosis, Ayam, atau yang spesialnya yakni Nasi Goreng Pawon Sawah. Ada pula Capcay goreng atau rebus, Bakmi Goreng juga rebus, Ayam Goreng /  Bakar, Lele Goreng / Bakar, Telur Dadar, Tempe Tahu Goreng, Ikan Nila Goreng maupun bakar serta olahan seafood seperti Udang Pedas dan Cumi Pedas, bagi penyuka pedas jangan kuatir Pawon Sawah Resto memiliki pilihan sambal yang mampu membangkitkan semangat santap makan anda.

Bila anda tidak ingin "makan berat", bisa pesan menu snack seperti Pisang Bakar, Roti Bakar atau Pawon Cake yang beraneka rasa, French Fries, Pizza Mie, Pempek, dan Banana Split. Menu minuman pun tak kalah beragamnya mulai dari soft drink, teh, kopi, susu, jahe, wedang uwuh, aneka jus buah segar, vanilla latte, hot chocolate dan banyak lagi lainnya dibandrol dengan harga sangat terjangkau mulai Rp. 1.500,00 saja. Harga makanan tak kalah menariknya, mulai dari Rp.5000,00. 

Pawon Sawah Resto buka setip hari mulai pukul 16.00-01.00 WIB. Dan yang tak kalah menariknya, anda bisa mengajak serta keluarga dan teman-teman anda relax and fun dengan memancing di kolam pemancingan yang tersedia di lokasi yang sama. Untuk pemancingan buka setiap hari mulai pukul 08.00 - 16.00 WIB cukup dengan menyiapkan dana sebesar Rp.50.000,00. Hasil pancingan juga dapat dimasak di Pawon Sawah Resto. Jangan ragu, segeralah singgah ke Pawon Sawah Resto.  Good Food, Good Place.

kotajogja.com

Lima Pelajaran Bermakna dari Semut

Semut, hewan kecil ini mungkin sudah biasa ditemukan di sekitar anda. Hewan yang temasuk dalam ordo Formicidae ini sangat suka memakan makanan yang banyak mengandung karbohidrat sebagai sumber untama energi mereka. Tahukah anda dibalik tubuhnya yang mungil ini, banyak pelajaran yang dapat kita ambil dari semut.
1. Bertegur sapa
Pernahkah anda perhatikan ketika sekumpulan semut menggesekkan antenanya ketika bertemu ? Ya, itulah salah satu kebiasaan semut ketika bertemu teman sesama koloninya. Hal ini mereka lakukan untuk memastikan apakah semut lain yang mereka temui merupakan anggota dari koloni mereka. Kebiasaan inilah yang mungkin sudah hilang dalam kehiduan kita sehari-hari. Jangankan saling “berjabat tangan” seperti semut, kebiasaan mengucapkan salam ketika bertemu seseorang pun sudah mulai hilang dari keseharian kita.
2. Disiplin dan pekerja keras
Semut merupakan hewan yang sangat disiplin. Terdapat tiga kasta pada semut, yaitu kasta reproduktif, kasta pekerja, dan kasta prajurit. Kasta pekerja memiliki jumlah individu yang paling banyak dalam koloni semut. Kasta pekerja sangat disiplin dalam mencari makanan untuk koloninya, berjalan teratur mengikuti jalur sinyal kimia yang sudah ditentukan oleh koloninya, dan mampu mengangkat beban yang lebih berat puluhan kali dari berat tubuhnya tanpa pernah mengeluh. Sifat inilah yang perlahan mulai hilang dari kehidupan kita. Banyak diantara kita yang telat ke kantor, tidak mengantri ketika membeli makanan, dan “ugal-ugalan” ketika berkendara. Dan tidak jarang generasi-generasi muda kita yang bangga jika menjadi seorang pengangguran dengan berbagai alasan. Ada yang merasa malas, susah dapat kerja, ataupun masih suka “nongkrong” yang pada dasarnya menurunkan etos kerja mereka.
3. Melindungi yang lemah
Kasta prajurit merupakan kasta yang memiliki ukuran tubuh terbesar. Tugas mereka didalam koloni adalah untuk melindungi koloni dari serangan musuh serta mengawasi tugas kasta pekerja dalam mencari makanan untuk koloni. Mereka dengan gagahnya berdiri di garis depan jika ada musuh yang menyerang koloni mereka. Kasta prajurit memiliki lapisan kulit yang lebih tebal dan racun di bagian mulutnya sehingga lebih kuat dari kasta pekerja yang memiliki kulit yang lebih tipis karena tidak mengalami penebalan lapisan kutikula. Hal seperti ini pun sudah jarang kita temui dalam kehidupan kita. Orang yang lemah makin ditindas sedangkan orang yang kuat selalu berkuasa. Tidak ada rasa saling melindungi dan membantu terhadap sesama. Yang ada sekarang hanyalah prioritas yang tinggi terhadap kekayaan dan kekuasaan. Tidak heran mengapa penduduk miskin di sekitar kita terus bertambah karena tidak merasa dilindungi haknya oleh orang yang lebih kuat kedudukannya secara sosial.
4. Menaati peraturan
Semut dalam berbagai aktivitasnya dikendalikan ooleh suatu sinyal kimia yang biasa disebut feromon. Feromon merupakan hormon kimia yang hanya dihasilkan oleh ratu semut, untuk mengendalikan seluruh aktivitas koloni semut, seperti mengendalikan kasta pekerja dalam mencari makanan, memerintahkan kasta prajurit jika ada serangan yang datang, bahkan mengendalikan jumlah koloni. Seluruh koloni selalu taat mengikuti sinyal-sinyal kimia yang dikeluarkan oleh sang ratu. Tapi apa yang terjadi pada kita ? Tak jarang peraturan-peraturan yang ada kita langgar, baik peraturan dari penguasa mapun agama. Mulai dari hal yang kecil, seperti melanggar rambu lalu lintas, hingga kasus-kasus korupsi yang merugikan negara ratusan milyar merupakan hal yang biasa terjadi di kehidupan kita.
5. Menyayangi keturunannya
Semut mempunyai kebiasaan yang cukup unik. Semut pekerja selain memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan makanan, mereka juga memiliki tugas dalam merawat telur semut hingga dewasa. Setiap hari telur-telur tersebut dirawat, dibersihkan, bahkan ketika menetas instar semut diberi makan. Begitu sayangnya mereka terhadap telur-telur dalam koloni ketika ada bahaya yang datang, hal pertama yang diselamatkan oleh semut pekerja adalah telur-telur koloni mereka dan dipindahkan ketempat yang lebih aman. Hal inilah yang perlahan mulai luntur dalam kehidupan kita. Tak jarang kasus-kasus pemerkosaan terhadap anak sendiri, pembunuhan orangtua terhadap anaknya, praktek aborsi yang dilakukan remaja-remaja kita, dan bahkan seorang anak yang tega membunuh orangtua mereka sendiri. Suatu perbuatan yang sangat menyimpang dari norma yang ada.
Sudah seharusnya kita introspeksi diri sekaligus berbenah dengan apa yang terjadi sekarang ini. Semut memang binatang kecil yang selalu diabaikan. Tetapi janganlah kita mengabaikan hal yang kecil, ambil sisi positifnya dan jadikanlah hal tersebut sebagai kekuatan untuk memotivasi kita dalam melakukan perubahan kearah yang lebih baik lagi.
Semoga menginspirasi.



kompasiana.com

Senin, 03 September 2012

Tips Bedakan Jam Tangan Asli dan Tiruan

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA, – Semua produk yang bernilai ekonomis tak lepas dari kriminalitas dan pembajakan. Begitu pula dengan produk jam tangan berbagai merk yang beredar di pasaran. Agar tidak tertipu, sebaiknya teliti dan pahami betul mana produk asli dan mana produk KW (tiruan).
Berikut beberapa tips untuk membedakannya :

1. Kenali merek dan serinya.
Jangan terkecoh dengan promo super murah.
Jam tangan original semisal Tag Hauer, Rolex, Luminox dan berbagai merek papan atas lainnya biasanya dibandrol dengan harga sangat mahal bahkan hingga puluhan juta. Jadi jangan tertipu dengan promo-promo super murah yang tidak realistis misalnya saja jam tangan Tag Heuer seri Monaco hanya Rp 150 ribu.

2. Angka serial.
Jam tangan mewah asli memiliki nomor serial di atasnya. Pastikan jam tangan Anda memiliki nomor ini ketika membeli.


3. Pelajari modelnya

Situs resmi biasanya menawarkan data lengkap, termasuk foto produk dari berbagai sisi. Beberapa jam tangan yang mahal bahkan dipertontonkan dalam format tiga dimensi. Pelajari setiap detil termasuk jarum, rantai dan tombolnya. Jam kw biasanya tidak menduplikasi setiap detil yang ada, kecuali replika yang dibanderol dengan harga yang lebih tinggi.


4. Logo dan merek.

Untuk menghindari masalah, beberapa produsen produk replika mencetak logo yang sedikit berlainan, atau merek yang salah eja. Pastikan Anda memperhatikan dengan seksama sebelum membayar.


5. Dokumen keabsahan.
Terutama bila situs resmi menjanjikan dokumen tersebut, pastikan Anda mendapatkannya ketika membeli.


6. Bahan / materi.

Jam tangan asli kebanyakan berbobot lebih dari replika karena materi yang dipergunakan berkualitas dibandingkan bahan yang lebih murah.


7. Jangka hidup.

Merek mahal biasanya memproduksi jam tangan agar dapat bertahan puluhan tahun, bahkan seumur hidup. Setidaknya sepuluh tahun untuk produk kelas middle end. Jam replika biasanya dijual tanpa garansi dan dapat bertahan maksimal dua sampai tiga tahun. Hal ini wajar mengingat cara produksi yang kualitas materinya.


8. Distributor.
Jika memungkinkan, beli jam tangan original hanya dari agen resmi. Situs web merek terkenal biasanya memiliki daftar toko-toko resmi di seluruh dunia.

Jenglot Bantul Dilarung ke Pantai Selatan

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL  - Setelah sempat membuat geger, warga Dusun Jaten, Sendangsari, Pajangan, Bantul akhirnya berencana melarung benda mirip boneka yang sering disebut jenglot  ke Pantai Selatan, Minggu, (2/8/2012) malam.

Jenglot ditemukan saat sekelompok warga setempat yang sedang melakukan penambangan pasir di Sungai Progo, Senin (27/8/2012), sekitar pukul 11.00 siang.

Keputusan untuk melarung benda berwujud seperti manusia yang memiliki rambut dan kuku panjang di tangan dan kakinya itu diambil lantaran, setelah penemuan jenglot malah membikin warga berselisih pendapat.

Informasi yang didapatkan Tribun Jogja, dari warga setempat, pro dan kontra menyelimuti sejak penemuan jenglot itu, sebagian warga ingin menjualnya, sebagian lagi ngotot jenglot di rawat, namun akhirnya keputusan diambil, jenglot dilarung meski tetap ada yang tak setuju.

Jenglot yang kerap dikaitkan dengan dunia mistis dan gaib itu tampaknya berhasil membuat warga terpecah belah. Berdasar itu kesepakatan Jenglot dibuang agar tak menimbulkan perpecahan.

Sekitar pukul 20.30, warga sudah berbondong-bondong mengunjungi tempat dimana jenglot dipajang di kotak Aquarium. Tak hanya dari desa setempat, hingga Minggu (2/9) malam, puluhan warga dari tempat lain masih saja penasaran dengan keberadaan jenglot.

Tampak pula anggota kepolisian setempat berada di lokasi, guna mengamankan jalannya proses larung jenglot yang rencananya akan dilakukan sekitar pukul 22.00 malam ini.

Kontroversi Jenglot memang masih menjadi perdebatan, beberapa sumber menyebutkan, ada yg percaya itu proses alamiah, ada pula yang mengkaitkan peninggalan dari peradaban masa animisme-dinamisme, ada juga yang mengkaitkan dengan kekuatan mistis.

Jenglot tak hanya ada di Indonesia, bahkan di negara maju seperti Amerika mahluk itu pernah ditemukan. Di sana mereka menyebutkanya, Tsansa, Jenglot yang menyusut kepalanya.

Di Amerika Selatan, jenglot dikaitkan dengan kemampuan sebagian suku Indian yang kala itu ditakuti para penjelajah, suku itu ditakuti lantaran mampu membuat kecil kepala dan mengulitinya.

Sedangkan kajian jurnal Archaeological and Anthropological Sciences menyebutkan, peneliti sudah menganalisa DNA guna mengungkap legenda suku di Amazon.
Mereka mampu mengecilkan jasad dengan cara alamiah dan tidak dilakukan dengan kekuatan magis. Berdasar itu, Jenglot dianggap dapat dinalar dengan kajian ilmiah.

Beberapa kasus temuan di Indonesia, Mei 2012, tepatnya di  Samarinda, malah ada pameran Jenglot di Mino Zoo. Ada tiga Jenglot di pamerkan pada saat itu. Diperkirakan, Jenglot yang diberi nama Mbah Sarmo, diperkirakan berumur 250 tahun ditemukan di Bekasi.

Jenglot kedua, berperawakan wanita yang tubuhnya dari pinggang hingga bawah melingkar miri seekor ular. Dia di bernama Dewi Sri, berumur sekitar 500 tahun dan ditemukan di Gunung Arjuna Malang. Jenglot ini pernah hilang saat dipamerkan.

Jenglot terakhir yaitu, Elizabeth, yang berbentuk mirip ikan duyung, Jenglot ini diperkirakan berumur 150 tahun di temukan di seputaran Pantai Lamongan, anehnya, rambut putih Jenglot itu sudah dipotong hingga delapan kali, namun tumbuh lagi.

Sabtu, 01 September 2012

Pantai Kuwaru Akan Ditata

BANTUL (KRjogja.com) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul dan Provinsi DIY berencana akan melakukan penataan di Pantai Kuwaru Desa Poncosari Kecamatan Srandakan. Rencana penataan tersebut terkait dengan abrasi yang melanda kawasan pantai dinilai semakin mengkhawatirkan keselamatan warga.

Kendati masih tahap rencana pemerintah akan segera mencari mekanisme terbaik, sehingga masyarakat yang telah membuka
usaha di kawasan itu tidak dirugikan.

"Kami tidak mengusir warga yang berjualan di kawasan ini, tetapi hanya melakukan penataan dengan pertimbangan keamanan," jelas Bupati Bantul Hj Sri Surya Widati didampingi Sekda Bantul, Riyantono beserta jajaran SKPD di sela meninjau lokasi abrasi di Pantai Kuwaru, Jumat (31/8).

Ida sapaan akrabnya mengatakan, apa yang dilakukan dengan melakukan penataan setelah mendapat masukan dari pemerintah
DIY. "Termasuk Ngarso Dalem (Sultan Hamengku Buwono-red) juga memberikan arahan seperti itu," jelas Ida.

Namun pihaknya belum bisa memastikan kapan penataan itu akan dilakukan. Termasuk lokasi penataan baru yang dipergunakan lokasi pindah. Menurutnya, semua rencana masih terus dikaji, termasuk berapa meter dari tepian pantai yang harus bebas pedagang dan berfungsi sebagai daerah penyangga.

Pawai 'Bedhol Keprajan' Kotagede Sertakan Gajah Kraton

Gajah Kagungan Dalem Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat akan ikut menyemarakkan pawai arak-arakan “Bedhol Keprajan” yang dilangsungkan dengan start di Lapangan Karang Kotagede dan finish di Situs Batu Canteng, Kampung, Dalem, Kotagede, Yogyakarta, Jumat sore (7/9) mendatang.

“Arak-arakan Bedhol Keprajan ini  mengawali Pekan Wisata Budaya Kotagede 2012 yang akan berlangsung selama tiga hari 7-9 September di berbagai lokasi di Kotagede,” papar Erwito Wibowo, Koordinator Arak-arakan “Bedhol Keprajan “ dalam rilisnya kepada KRjogja.com, Jumat (31/8).

Menurut Erwito dalam kegiatan yang akan melibatkan sejumlah bregada dari kampung di Kotagede memang akan menghadirkan perjalanan Ki Gede Pemanahan, Danang Sutawijaya, Ki Juru Martani dan segenap keluarganya yang pindah dari kerajaan Pajang ke tanah yang dijanjikan yang masih berupa hutan yang bernama Mentaok.

Dan perjalanan sejarah nantinya yang menjadikan, hutan Mentaok itu jadi Mataram. Yang kemudian menjadi kerajaan yang pernah besar di nusantara. Empat kerajaan di Jawa Tengah yaitu Kasultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Pura Mangkunegaran dan Pura Pakualam cikal bakalnya dari Mataram.

“Dalam pawai nanti para tokoh besar seperti Ki Gede Pemanahan, Nyi Ageng Nis, Danang Sutawijaya yang kelak jadi Panembahan Senopati akan dihadirkan. Juga berbagai pusaka, para bregada pengawal, bregada ulama dan sebagainya yang nantinya akan digarap para seniman Kotagede seperti Berbudi Anjarwani , Basis Hargito dan sebagainya,” tambahnya.

Sejumlah komunitas seni di kampung seperti dari Basen, Bumen, Alun-alun dan Singosaren juga siap untuk mendukung kegiatan ini. Juga marching band SMP Muhammadiyah VII Kotagede, dan sejumlah komunitas kesenian lainnya. Selama tiga juga akan digelar berbagai pentas seni dan bazaar di sejumlah tempat di Kotagede. “Kegiatan ini rencananya akan kami tradisikan setiap tahun sekali,” tandas Erwito.