View Merapi Merbabu

Sejoli gunung Merapi Merbabu tampak cerah menghijau.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 09 Agustus 2012

KOMPAS.com - Mengenakan jilbab dapat dilakukan sembari mengoreksi wajah. Jika wajah Anda bulat, panjang maupun pipi tembem, tak harus mengenakan jilbab mengikuti para model katalog berjilbab. Menurut Diajeng Lestari, managing director www.HijUp.com, mengenakan jilbab yang sesuai bentuk wajah akan lebih tepat diaplikasikan. Berikut tipsnya.

Jika wajah bulat
Untuk wajah bulat sebaiknya gunakan jilbab dengan menutupi sebagian luar pipi. Gunakan bahan loose/jatuh, sehingga memberikan efek wajah lebih ramping.

Jika wajah panjang/lonjong
Untuk wajah lonjong buat volume di bagian kepala, misalnya gaya turban, atau bisa juga gunakan inner bandana dengan aksen bertumpuk, untuk menyeimbangkan wajah.

Jika wajah sempit/kecil
Untuk wajah kecil bisa menggunakan aksen turban, gunakan aksen loose dengan pilihan bahan yang jatuh, dan jangan menutupi bagian pipi sehingga bagian wajah bisa stand out.

Jika jidat lebar
Untuk jidat lebar, gunakan inner/bandana untuk menutupi bagian luar sisi kanan dan kiri jidat dengan aksen silang, untuk memberikan efek jidat lebih kecil.

Jika pipi tembem
Untuk pipi tembem, gunakan inner/bandana dan tutup sampai bagian bawah telinga, sehingga inner/bandana dapat menutupi sebagian sisi atas pipi; dan jilbab dengan bahan yang loose. Pipi yang tembem bisa juga disiasati dengan penggunaan make up dengan mengaplikasikan shadding pipi.

Rabu, 08 Agustus 2012

Agar Tubuh Tetap Fit Saat Puasa

1. Buat Perencanaan Makanan
Untuk menjaga kesehatan selama puasa, buatlah perencanaan daftar makanan yang akan Anda konsumsi sekeluarga secara rapi. Hal ini bertujuan agar Anda tidak bingung menentukan menu makanan sahur dan berbuka setiap hari. Gunakan menu makanan yang sehat dan seimbang. Dalam berbuka dan sahur hindari makanan cepat saji (junk food) karena efeknya tidak baik untuk kesehatan Anda.

2. Minum yang Cukup
Hidrasi adalah hal terpenting selama puasa Ramadan. Setelah berbuka puasa, Anda harus minum dalam jumlah besar. Anda juga harus minum saat bersahur. Kebutuhan hidrasi tubuh adalah berkisar 1,5 liter per hari.

3. Kurangi Konsumsi Teh, Kopi, dan Minuman Bersoda
Coba kurangi sekali untuk dua hari atau terserah manajemen Anda. Hal ini penting untuk meminimalkan datangnya sakit kepala saat Anda sedang berpuasa. Sebaiknya batasi konsumsi minuman yang mengandung kafein (teh atau kopi) karena kafein memicu pengeluaran air dari tubuh dan meningkatkan kemungkinan Anda terkena dehidrasi

4. Kebiasaan Makan Sehat
Dalam berbuka, jangan lupakan menu buah dan sayuran sebagai penyeimbang. Kurangi pula makanan bersantan, kudapan yang terlalu manis dan juga berlemak tinggi karena akan menumpuk lama di lambung. Penumpukan itu akan menyebabkan pembusukan sehingga terjadi radang lambung dan memicu gejala maag.

5. Konsumsi Buah dan Sayur
Saat bersahur, disarankan makan buah-buahan untuk vitamin dan sumber karbohidrat seperti nasi dan ubi-ubian yang dapat bertahan sampai berbuka puasa. Penting untuk bersantap sahur mendekati saat imsak.

6. Makan Tiga Kali
Meskipun puasa dimulai dari matahari terbit sampai terbenam, Anda sebaiknya tetap makan tiga kali. Yang pertama saat bersahur, yang kedua saat berbuka, dan yang ketiga antara 2 atau 3 jam setelah berbuka.
Jika hendak mengonsumsi makanan sebelum tidur, lakukan 3-4 jam sebelum tidur. Hal ini untuk memberi waktu makanan Anda dicerna sehingga tidak mengganggu saat tidur Anda.

7. Cukup Waktu Tidur
Tidur malam juga adalah hal penting yang harus Anda perhatikan selama menjaga kesehatan pada bulan puasa. Tidur malam yang baik diperlukan untuk bisa memastikan keseimbangan tubuh Anda untuk aktivitas pada hari berikutnya. Namun,  jika Anda merasa kurang cukup tidur, gunakan waktu siang untuk tidur, tapi jangan sampai hal itu menganggu aktivitas Anda pada siang hari.

8. Berolahraga
Olahraga berfungsi untuk membantu sirkulasi oksigen dalam tubuh sehingga kesehatan tubuh Anda bisa terjaga. Olahraga yang dilakukan tidak perlu terlalu berat, minimal jalan santai yang biasanya banyak dilakukkan orang setelah sahur.

9. Jangan Sembarangan Mengonsumsi Vitamin
Setiap orang tentu menginginkan bisa tetap aktif saat puasa dan tetap fit sepanjang hari. Dengan alasan itu, muncul kecenderungan untuk mengonsumsi suplemen vitamin. Namun, ada yang perlu diingat, vitamin bukanlah sebagai makanan pengganti (subtitusi). Yang penting kita harus makan makanan sehat dan bergizi sehingga kebutuhan akan vitamin tercukupi lewat makanan yang bervariasi. Hendaknya kita tidak meminum vitamin sembarangan tapi konsultasikan dulu pada dokter.

10. Konsultasi ke Dokter
Jika Anda punya masalah kesehatan, Anda bisa mengonsultasikannya kepada dokter. Konsultasikan tentang keluhan Anda dan minta tips kepada dokter bagaimana pola makan yang cocok, serta bagaimana agar Anda bisa menjalankan puasa dengan baik. Dengan begitu, tujuan Anda untuk menjaga kesehatan pada bulan puasa akan tercapai.

 fajar.co.id

Flying bee, Ngabuburit Ekstrem Ala Pemuda Bantul

BANTUL—Bermacam kegiatan dilakukan kaum muda untuk mengisi waktu menanti saat berbuka puasa. Di Bantul, puluhan pemuda yang tergabung dalam komunitas Scout Soldier (SS) memilih ngabuburit dengan kegiatan ekstrem.
Jembatan Kretek yang melintang di atas Kali Opak mereka sulap menjadi ayunan. Dengan tali carmantel yang diikatkan di pembatas jembatan, muda-mudi bernyali itu bergantian terjun dari sisi jembatan yang berlawanan.
“Kami menyebutnya flying bee. Sebab, gerakan terjun bebas ini layaknya lebah yang terbang menukik hendak menyengat sasarannya,” kata Koordinator SS, Reza Marzuki, Senin (6/8).
Flying bee hampir mirip dengan bungee jumping. Yang membedakan, tali elastis dalam permainan flying bee dikaitkan pada pengaman yang dikenakan di tubuh. Sehingga, pemainnya mengayun dengan posisi normal. Dalam flying bee, pemain harus terjun dari sisi berlawanan untuk menghasilkan gerakan mengayun.
Cukup dengan meluruskan kaki hingga menyentuh permukaan air kali, pemain dapat menghentikan ayunannya. Menurut Reza, permainan flying bee yang cukup memompa adrenalin itu belum banyak diperagakan komunitas pecinta alam lain.

harianjogja.com

Selasa, 07 Agustus 2012

Masalah Adalah Hadiah.

Dibalik Masalah -  Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Mungkin anda pernah mengalami pengalaman buruk yang tak menyenangkan, maka keburukan itu hanya karena anda melihat dari salah satu sudut mata yg berkaitan uang saja.
Bila anda berani menengok ke sisi yang lain, anda akan menemukan pemandangan yang jauh berbeda. Anda tidak harus menjadi orang tersenyum terus atau menampakkan wajah yang ceria.
Optimisme terletak di dalam hati, bukan hanya terpampang di muka. Jadilah optimis, karena hidup ini terlalu rumit untuk dipandang dengan mengerutkan alis dan muka.
Setiap tetes air yang keluar dari mata air tahu mereka mengalir menuju ke laut. Meskipun melalui anak sungai, belokan, kawasan kali keruh, danau dan muara, mereka yakin perjalanan mereka bukan tanpa tujuan. Bahkan, ketika menunggu di muara, setiap tetes air tahu, suatu saat panas dan angin akan membawa mereka ke pucuk-pucuk gunung. Menjadi awan dan menurunkan hujan. Sebagian menyuburkan rumput, sebagian tertampung dalam sumur-sumur atau telaga. Sebagian kembali ke laut. Adakah sesuatu yang sia-sia dari setiap tetes air yang anda temui?
Masalah Adalah Hadiah.
Bila anda menganggap masalah sebagai beban, anda mungkin akan menghindarinya atau menjauhinya. Bila anda menganggap masalah sebagai halangan, anda mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat anda terima dengan suka cita. Dengan pandangan tajam, anda melihat kejayaan di balik setiap masalah.
Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapi dan ubahlah menjadi kekuatan untuk kesuksesan anda. Tanpa masalah, anda tak layak memasuki jalur kesuksesan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah.
Hadiah terbesar yang dapat diberikan oleh induk elang pada anak-anaknya bukanlah serpihan-serpihan makanan pagi. Bukan pula, dekapan hangat di malam-malam yang dingin. Namun, ketika mereka melempar anak-anak itu dari tempat yang tinggi.
Detik pertama anak-anak elang itu menganggap induk mereka sungguh keterlaluan, menjerit ketakutan, matilah aku. Beberapa ketika kemudian, bukan kematian yang mereka terima, namun kesejatian diri sebagai elang, yaitu terbang. Bila anda tidak berani mengatasi masalah, andatidak akan menjadi seseorang yang sejati.

http://www.ceritabijakmotivasi.com/masalah-adalah-hadiah

KARYA MAHASISWA: Tablet Antinyamuk Dari Limbah Jeruk

Pemanfaatan jeruk tidak berhenti pada buah dan daun untuk konsumsi. Ditangan dua mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja, kulit dari jeruk diolah menjadi bahan pelengkap obat antinyamuk.
Adalah Mary Fitriyah dan Latifatul Istichomah, keduanya melakukan inovasi dengan memanfaatkan limbah kulit jeruk yang diramu dengan minyak cengkih, dan minyak kayu putih. “Penelitiannya sudah dilakukan, rencananya diproduksi berupa tablet supaya bisa menyublim dan uapnya bereaksi mengusir nyamuk,” jelas Fitriyah, belum lama ini.
Fitriyah menambahkan, hasil uji inovasi itu nantinya bisa berfungsi ganda sekaligus sebagai aromaterapi. Soalnya, kandungan aroma dan minyak atsiri ketiga bahan yang dipilih juga sesuai sebagai aromaterapi. Keunggulan lainnya, antinyamuk yang dibuat tidak membutuhkan energi listrik dan aman untuk kesehatan tubuh.
Meski telah diperkenalkan kepada media, Fitriyah mengakui bahwa hingga saat ini obat antinyamuk tersebut belum diproduksi untuk komersial. “Rencananya awal 2013 baru kami produksi untuk dikomersialkan. Mengenai gambarannya, obat antinyamuk bentuknya seperti kapur barus,” katanya di kompleks Kampus UAD Jalan Kapas, Jogja.
Mengenai bahan-bahan untuk obat antinyamuk, Fitriyah menjelaskan setiap kandungan bahan memiliki zat yang tidak disukai nyamuk. Pada kulit jeruk terkandung zat limonen berfungsi sebagai antinyamuk karena mampu membunuh nyamuk. Sedangkan pada minyak cengkih terdapat oleum cariophylen sebagai antinyamuk dan aromaterapi. Hal yang sama juga terdapat pada minyak kayu putih dengan kandungan atsiri oleum cajupuli.
Pada kesempatan yang sama, Latifatul menambahkan, obat antinyamuk dibuat dengan cara sederhana dengan menyampur ketiga bahan sesuai takaran. Kemudian, ramuan bahan dicampur karagenan yakni bahan pengikat yang menghambat pelepasan zat sehingga mampu bertahan lama. “Sifat karagenan kan liat, jadi setelah semua bahan tercampur, bisa langsung dicetak sesuai keinginan dan dapat langsung digunakan,” kata dia.
Inovasi bersama Fitriyah, katanya dilatarbelakangi keprihatinan pada banyaknya kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Malaria di Indonesia. Pasalnya, data World Health Organisation menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara endemik DBD terbesar di Asia Tenggara. “Dengan inovasi ini kami berharap produk digunakan masyarakat, sekaligus produk ramah lingkungan karena menggunakan bahan alami,” kata Latifatul.
Ke depan, produk tablet obat antinyamuk akan dibanderol Rp1.000 per tablet. Obat antinyamuk diperkirakan efektif mengusir nyamuk di ruangan seluas 3 x 3 meter dalam waktu 8–12 jam.

harianjogja.com

Senin, 06 Agustus 2012

8 Pilihan Busana untuk Idul Fitri Selain Kaftan

Pada hari raya setahun yang lalu, model busana muslim kaftan sempat menjadi tren sehingga banyak diminati masyarakat. Terlebih lagi setelah artis Syahrini menggunakannya, sampai-sampai ada sebutan 'kaftan Syahrini'.

Namun untuk tahun 2012, para desainer dan kritikus mode Indonesia mengatakan bahwa 
kaftan sudah 'out of date' alias tidak lagi jadi tren. Oleh karena itu, simaklah beberapa pilihan busana yang dapat dijadikan alternatif pengganti kaftan untuk dipakai saat lebaran nanti 




1. Tunik
Atasan model tunik khas timur tengah kini dapat dijadikan insipirasi untuk baju lebaran tahun ini. Anda bisa memilih atasan tunik berpayet yang terkesan mewah untuk acara  formal atau tunik lengan pendek ketika sholat ied.





2. Maxi Dress
Terusan maxi sangat cocok sebagai pengganti kaftan. Anda bisa memilih maxi dress dengan motif tribal atau abstrak, serta tambahkan belt kecil pada pinggang untuk menyatakan lekuk tubuh. Atau bisa juga memilih maxi dress polos berbahan ringan dan tambahkan aksesori unik agar tetap terlihat stylish.







3. Rok Maxi
Sama dengan maxi dress, rok maxi akan memberi kesan feminim pada pemakainya. Namun Anda bisa lebih berkreasi dengan rok satu ini. Gunakan atasan, blus atau kemeja dengan bahan polos jika rok maxi Anda sudah penuh motif. Atau bisa juga menambahkan jaket untuk lebih memaksimalkan penampilan Anda di hari raya.










4. Celana Harem
Celana ala timur tengah atau celana harem kini kembali menjadi tren. Anda bisa menjatuhkan pilihan pada celana harem ini jika Anda ingin tampil santai namun tetap stylish pada hari raya. Jangan ragu juga untuk bermain motif seperti motif tribal atau floral dan gunakan atasan berwarna netral seperti putih, hitam, atau krem agar tidak terlihat berlebihan.









5. Jaket Panjang

Jaket model panjang atau coat adalah pilihan lainnya untuk terlihat stylish ketika hari raya. Pilih bahan jaket yang ringan agar membuat Anda tetap nyaman walau harus mengunjungi sanak saudara. Padukan jaket panjang bersama terusan midi atau celana pensil, Anda pun siap tampil gaya saat lebaran.










6. Boho Dress
Terusan ini memiliki potongan yang hampir sama dengan kaftan, namun memiliki sentuhan yang begitu berbeda. Permainan motif navajo, tribal atau abstrak jadikan penampilan berbeda dari biasanya. Kesan etnik pun begitu terasa ketika Anda memadukan terusan ini dengan kalung yang terbuat dari kayu atau bebatuan besar.





7. Baju Kurung
Busana adat para masyarakat Melayu ini bisa dijadikan pilihan untuk dikenakan saat hari raya. Biasanya baju kurung dikenakan dengan kain songket atau kain batik, tetapi Anda bisa mengenakannya bersama celana agar lebih nyaman. Bentuk kerah baju yang oval, bisa menjadi alasan Anda untuk mengenakan kalung chungky bermaterial mutiara dan rantai.










8. Gamis
Saat mendengar busana yang satu ini, yang terbayang dipikiran Anda mungkin adalah baju muslim ala ibu-ibu pengajian. Tetapi belakangan ini, gamis hadir lebih modern dengan permainan detail kristal serta payet di sana-sini. Hindari memilih bahan berat seperti tafeta ata thai silk. Sebagai gantinya, pilih baju kurung berbahan katun atau sifon.






http://wolipop.detik.com

SOSOK INSPIRATIF: Sumilah, Gigih Mengajar Kelas “

Kecintaan Sumilah pada anak-anak “luar biasa” di SLB Tunas Bhakti Pleret seperti tak terbatas. Cinta itu seperti magnet yang membuatnya selalu kembali meski pernah selama 13 tahun mengajar tanpa gaji.
Saat ditemui seusai mengajar di SLB Tunas Bhakti, Dusun Gunungkelir, Pleret Bantul pekan lalu sekolah sudah sepi. Murid pulang lebih awal selama bulan puasa.
Keceriaan begitu mendominasi ketika Harian Jogja berbincang dengan Sumilah. Sikapnya ramah dan bersahabat. Itulah sebabnya, anak-anak tunagrahita, tunarungu, tunadaksa dan autis di sekolah ini begitu sayang pada sosok Sumilah. “Butuh kesabaran dan dorongan kuat agar anak berkembang,” ujar perempuan kelahiran Bantul, 1969 ini.
Sumilah mulai mengajar pada 1990. Sebelumnya sempat bimbang karena tidak diterima kuliah di IKIP Jogja. Salah satu teman menyarankan menempuh pendidikan di Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa (SGPLB) Negeri Jogja. Dua tahun terhitung 1988-1990, ia meraih gelar D2. Ia kemudian melamar kerja di SLB Tunas Bhakti Pleret.
Menjadi guru di SLB bagi Sumilah adalah tantangan. Sebab, tak hanya mengajar teori lalu pulang. Ada ilmu, perhatian dan kasih sayang yang harus dicurahkan secara total layaknya mengasuh anak sendiri. “Anak ngompol, buang air besar di celana sampai banyak darah di rok karena haid itu sudah biasa,” kata ibu satu putra ini tersenyum.
Padahal, Sumilah masih muda kala itu, bisa memilih pekerjaan lain. Tapi pendiriannya ternyata sudah kukuh meskipun selama 13 tahun mengabdi sebagai guru wiyata bhakti tidak digaji sepeserpun. Untuk menutup kebutuhan harian, ia membuka warung sembako di rumahnya sambil menjual pakaian secara kredit.
Sore hari setelah mengajar, ia membina pramuka di beberapa sekolah dengan honor yang tidak banyak. Semua kegiatan itu masih dilakukan hingga sekarang. “Waktu itu cuma dikasih uang transport, sebulan Rp5.000, naik lagi Rp10.000. Terakhir tahun 2003, Rp50.000,” kenangnya.
Bekerja dengan senang hati dan ikhlas menjadi landasan utama Sumilah menjalani kesehariannya. Ia yakin, mengajar dengan tulus akan mendatangkan rezeki tersendiri. Pada 2003-2004, ia diangkat sebagai guru kontrak dengan gaji Rp460.000 per bulan. Tahun 2005, ia diterima sebagai CPNS setelah melalui ujian yang cukup sulit. 
Keterampilan
Di SLB Tunas Bhakti, Sumilah memikul kewajiban besar, karena murid tak sekadar dititipkan oleh orangtuanya. Sebagai guru, ia memiliki tanggungjawab supaya kelak anak mandiri dan menghasilkan. “Keluhannya selama ini anak-anak di sekolahkan, tapi setelah itu di rumah nganggur dan merepotkan,” katanya.
Maka, SLB ini tak hanya mengajarkan menulis, membaca dan berhitung. Ketrampilan mereka diasah sesuai kemampuan seperti boga, menjahit, pertukangan, pembuatan sapu lidi, pembuatan tusuk sate, laundry, salon dan cuci motor. Anak-anak khususnya SMP dan SMA sudah mahir menerapkan ketrampilan itu. Bahkan salon dan laundry sudah dinikmati masyarakat luas. “Tiap hari ada saja yang nyalon di sini,” ujarnya.
Sebagai guru kelas dan ketrampilan, Sumilah tak berhenti memunculkan gagasan. Pada 2010, dibukalah kelas kewirausahaan jamur tiram atas inisiatifnya. Sebagai pengampu pelajaran ini, Sumilah menegaskan bahwa budidaya jamur tiram termasuk kegiatan mudah, bisa dilakukan setiap anak. Perawatan dan pemasarannya pun tidak sulit.
Di halaman belakang sekolah, dibangun rumah jamur berisi ribuan baglog jamur tiram. Tiap pagi, anak-anak dibagi; menyiram, memanen, menjual dan mengelola keuangannya. “Anak-anak pintar lho, bisa menghitung uang, bisa berjualan. Anak-anak mampu,” tuturnya, bangga.
Bahkan, jamur tiram produksi anak-anak luar biasa ini gaungnya sudah sampai luar kecamatan. Masyarakat berbondong-bondong membeli jamur tiram. “Dari sekolah harganya Rp8.000 per kilogram, anak-anak menjualnya Rp10.000, keuntungan itulah nantinya dibagi bersama.” 
Juara
Kegigihan Sumilah ini dipandang pantas jadi contoh guru-guru SLB lainnya. Ia pun didaftar sebagai guru kreatif. Pada 2011, ia membawa nama harum DIY dengan membawa pulang juara 2 lomba guru kreativitas tingkat nasional.
Awalnya minder mengingat ini adalah pengalaman pertama. Ditambah, perjalanan mengikuti lomba di Jakarta tidak mulus. Jamur yang akan dipresentasikan di depan juri nyaris disita pihak bandara. “Karena jamur mengandung air, tapi saya tunjukkan surat tugas, akhirnya lolos. Tapi jamur yang tumbuh sudah patah sesampainya di Jakarta.”
Dengan presentasi seadanya tapi meyakinkan, ia berhasil meraih juara. Beberapa bulan kemudian, ia berkesempatan benchmarking (studi banding) SLB di Swedia, Norwegia dan Denmark.
Pengalamannya ke luar negeri itu tak lepas dari dorongan rekan-rekan tempatnya mengabdi, yakni SLB Tunas Bhakti  yang pada tahun ajaran 2011/2012 menjadi salah satu SLB percontohan nasional. Sumilah percaya, setiap orang memiliki kelemahan dan kelebihan masing-masing. Orang tidak bisa menilai orang lain hanya dari sisi kelemahannya saja.
Termasuk anak-anak berkebutuhan khusus, baginya adalah anugrah Tuhan yang harus disayangi dan dituntun. “Mereka punya masa depan, mereka bisa dan ini nyata,” katanya sungguh-sungguh.





harianjogja.com

Sabtu, 04 Agustus 2012

Hmmm, Lezatnya Krispi Rumput Laut dari Pantai Kukup

Pantai Kukup, salah satu pantai wisata yang indah di wilayah Kabupaten Gunungkidul, DIY, sudah cukup dikenal. Namun yang mungkin belum banyak dikenal orang adalah makanan khas dari pantai ini yaitu keripik rumput laut yang sering juga disebut krispi rumput laut.

Rumput laut yang dipakai adalah rumput laut jenis ulfa. Selama musim kemarau masyarakat yang tinggal di sekitar pantai ini biasa memanen rumput laut tersebut. Dalam satu bulan, mereka bisa mengambil rumput laut basah hingga 2-3 kali pengambilan di bibir pantai sejauh 15 -50 meter. “Dalam setahun, hanya ada 3 musim panen rumput laut ini, itu pun pas musim kemarau saja. Pengambilan tidak bisa setiap hari karena menunggu rumput laut itu untuk tumbuh lagi sebelum bisa dipanen lagi. Warga biasanya mengambil saat laut sedang surut,” jelas Mujiyanto, salah satu warga pemanen rumput laut.
Mujiyanto menambahkan, dalam sekali pengambilan ia bisa mengambil 1,5 kuintal rumput laut basah. Setelah dijemur selama 1 hari, bobot tersebut susut hingga menjadi 25 kilogram saja. Setiap kilonya, Mujiyanto menjual rumput laut keringnya seharga Rp.40.000. Awalnya, masyarakat sekitar hanya memanfaatkan rumput laut untuk pakan ikan dalam memancing saja. Namun setelah kelompok mahasiswa dari UGM memperkenalkan potensi rumput laut kepada warga sekitar 2006 lalu, rumput laut itu kini menjadi salah satu kuliner khas pantai.
“Kami menyebutnya krispi rumput laut. Harganya dari Rp.1000 sampai Rp.5000 per bungkusnya. Krispi rumput laut ini menjadi salah satu makanan laut terlaris yang digemari wisatawan,” jelas Sumarni, salah satu pedagang krispi rumput laut di kawasan Pantai Kukup.
Desi, salah satu wisatawan mengungkapkan, selain harganya yang terjangkau, krispi rumput laut juga cocok untuk lauk karena rasanya yang gurih dan asin. Ia dan beberapa wisatawan lainnya bahkan memborong krispi tersebut untuk dibawa pulang. “Selain murah, juga renyah dan rasanya gurih agak asin, pas banget untuk teman makan nasi ataupun untuk camilan,” kata wisatawan asal Solo itu.
Rumput laut yang diambil warga itu memang bukan hasil budi daya. Warga hanya memanen rumput laut yang sudah tumbuh alami di bibir pantai. “Ada wilayah tertentu yang rumput lautnya boleh diambil warga dan ada wilayah khusus yang digunakan untuk wilayah konservasi rumput laut ulfa. Di wilayah konservasi tersebut, kami dilarang mengambil rumput laut,” tambah Mujiyanto yang juga Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas Pantai Kukup itu.


http://www.harianjogja.com

Pelajaran Dari Penambang

Ada beberapa penggali tambang. Setiap hari mereka bekerja dalam tambang. Karena tambang itu kaya mineral alam, maka sudah beberapa tahun mereka tak pernah pindah tempat kerja. Jadi bisa dibayangkan bahwa semakin digali tambang tersebut semakin dalam. Hari itu mereka berada di dasar terdalam dari tambang itu.

Secara tiba-tiba semua saluran arus listrik dalam tambang itu putus. Lampu-lampu semuanya padam. Gelap gulita meliputi dasar tambang itu, dan dalam sekejap terjadilah hirup pikuk di sana. Setiap orang berusaha menyelamatkan diri sendiri. Namun mereka sungguh kehilangan arah. Setiap gerakan mereka pasti berakhir dengan benturan dan tabrakan, entah menabrak sesama pekerja atau menabrak dinding tambang. Situasi bertambah buruk disebabkan oleh udara yang semakin panas karena ketiadaan AC.


Setelah capek bergulat dengan kegelapan, mereka semua duduk lesu tanpa harapan. Satu dari para pekerja itu angkat bicara: ‘Sebaiknya kita duduk tenang dari pada secara hiruk-pikik mencari jalan ke luar. Duduklah secara tenang dan berusahalah untuk merasakan hembusan angin. Karena angin hanya bisa berhembus masuk melalui pintu tambang ini.’

Mereka lalu duduk dalam hening. Saat pertama mereka tak dapat merasakan hembusan angin. Namun perlahan-lahan mereka menjadi semakin peka akan hembusan angin sepoi yang masuk melalui pintu tambang. Dengan mengikuti arah datangnya angin itu, mereka akhirnya dengan selamat keluar dari dasar tambang yang dicekam gelap gulita itu.
Bila bathin anda sedang gundah dan kacau, anda tak akan pernah melihat jalan keluar yang tepat. Anda butuh untuk pertama-tama menenangkan diri. Hanya dalam keheningan anda bisa melihat pokok masyalah secara tepat, serta secara tepat pula membuat keputusan.


http://iphincow.wordpress.com/2012/08/01/pelajaran-dari-penambang/#more-500