View Merapi Merbabu

Sejoli gunung Merapi Merbabu tampak cerah menghijau.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 06 Januari 2012

Pantai Goa Cemara

Pantai Goa Cemara. Belum banyak yang tahu keberadaan pantai yang satu ini. Bahkan ketika pertama kalinya saya mengunjungi, sempat tersesat dan bertanya kepada penduduk sekitar Palbapang, Bantul, ternyata banyak yang tidak tahu. Padahal pantai ini sangat menarik untuk dijadikan tempat rekreasi keluarga, bahkan untuk tempat kegiatan pertemuan di dalam keteduhan hutan cemara.

Suasana Pantai yang Teduh

Pantai Goa Cemara terletak di dusun Patehan, Gadingsari, kecamatan Sanden, kabupaten Bantul, Yogyakarta. Disebut Goa Cemara karena di sepanjang pantai ditumbuhi rerimbunan pohon cemara udang yang membentuk lorong di tengah-tengahnya mirip seperti goa. Masyarakat sendiri yang memberi nama pantai ini dengan Goa Cemara, karena sejak awal masyarakat yang mengusahakan penanaman pepohonan cemara dan merawatnya hingga memenuhi pinggiran pantai.


Sejak memasuki area parkir, kita langsung menjumpai rerimbunan pohon cemara udang yang membuat teduh suasana. Sungguh unik, pohon-pohon cemara tumbuh dengan subur di lahan pantai yang berpasir. Berjajar-jajar, ranting dan daunnya saling terhubung dan membentuk keteduhan yang sangat alami. Dari tempat parkir kita hanya melihat hutan cemara, menutupi pemandangan pantai.

Mulanya, sekitar tahun 2000 penduduk setempat memikirkan cara “memecah angin” untuk mencegah pengikisan pasir pantai. Mereka memilih tanaman cemara udang (casuarina equessetifolia) yang mampu menahan angin dan dapat hidup di pesisir pantai. Masyarakat bekerja bakti melakukan penanaman ribuan bibit cemara, dan memeliharanya dengan tertib, hingga kahirnya membentuk hutan seperti yang kita lihat sekarang.

Di sepanjang kawasan Goa Cemara kita bisa menggelar tikar untuk bersantai, melepaskan kepenatan kerja dan rutinitas di rumah. Dari pagi hingga sore kita tidak akan kepanasan, karena banyaknya pepohonan cemara yang menjamin keteduhannya. Pada hari Sabtu dan Minggu kita akan menjumpai rombongan komunitas masyarakat yang menggelar acara di keteduhan cemara.

Deburan Ombak yang Ganas

Untuk menuju lokasi pantai, kita harus melewati gundukan pasir yang cukup tinggi. Di balik gundukan pasir kita masih menemukan hutan cemara lagi yang sangat lebat, dan di balik hutan cemara itulah terdapat pantai.

Kondisi pantai Goa Cemara sama seperti rata-rata pantai yang berada di wilayah kabupaten Bantul, seperti Samas dan Parangtritis. Pantai yang landai dengan pasir berwarna kecoklatan dan deburan ombak khas pantai selatan yang ganas. Kita tidak bisa leluasa bermain ombak di pantai ini karena ombak sangat keras dan ganas. Hati-hati jika membawa anak-anak kecil, anda harus selalu membersamainya agar tidak terlalu jauh bermain ombak.

Karena ombak yang sangat kuat dan ganas itulah maka di sepanjang pantai selatan sangat sedikit terdapat nelayan. Jika anda membeli ikan di wilayah pantai selatan, itu tidak semuanya hasil laut setempat, namun sebagian didatangkan dari wilayah lain, seperti Semarang, Jawa Tengah. Hasil ikan di pantai selatan tidak memadai karena tidak banyak nelayan yang berani melaut.

Suasana Tradisional

Di sekitar pantai Goa Cemara, terdapat beberapa tempat makan dan tempat jualan makanan ringan. Semuanya bercorak tradisional. Dibuat dari bambu yang tampak rapi dan menarik. Termasuk kios yang dibuat dari bambu agar tampak alami dan tradisional.

Menurut salah seorang penduduk, mereka ingin semua masyarakat yang ingin membuka usaha di kawasan pantai Goa Cemara agar membuat tampilan yang seragam dengan contoh yang sudah ada. Harapannya agar kawasan ini ketika membesar tampak rapi dan tertib, bahkan mempertahankan corak tradisional dengan bangunan dari bambu.

Tidak salah anda menyempatkan datang ke pantai Goa Cemara. Alokasikan waktu yang cukup. Jika anda datang dari luar kota Yogyakarta, memerlukan waktu satu jam dari pusat kota untuk mencapai pantai Goa Cemara.

Nikmati keteduhannya, bercengkerama bersama keluarga melepaskan kejenuhan dan rutinitas. Sembari menikmati angin pantai dan suara deburan ombak yang ganas.

kompasiana.com

Desa Wisata Krebet

Gelang Batik Krebet (indonetwork.co.id)

Ketika pertama kali mendengar kata batik, mungkin yang terlintas dalam pikiran kita adalah kain batik Solo atau batik Pekalongan. Namun, Desa Krebet, Kabupaten Bantul, DIY punya batik dengan media kayu yang artistik.

Desa Krebet terletak di Kabupaten Bantul, 12 km barat daya Kota Yogyakarta. Ini adalah desa wisata yang memiliki kerajinan membatik dengan menggunakan media kayu.


Jangan kaget jika anda melihat banyak ukiran dari kayu seperti topeng, sendal, hiasan dinding, aksesoris rumah tangga, gelang dan berbagai macam kerajinan dari kayu yang dibalut dengan motif batik. Jenis kayu yang digunakan adalah kayu sengon, pule, dan mahoni.

Awalnya, masyarakat Desa Krebet bermata pencaharian dengan berkebun dan pertanian. Namun, karena musim kemarau yang berkepanjangan dan struktur tanah makin kehilangan kesuburan, akhirnya pada tahun 1980-an banyak pemuda yang beralih profesi menjadi pengrajin. Hasil kerajinan dari Desa Krebet ternyata tidak hanya laris di wilayah Yogyakarta, Jakarta, Surabaya dan Bali, tetapi juga telah mencapai Jepang hingga Eropa.

Teknik membatik dengan media kayu membutuhkan ketelitian dan ketrampilan sendiri yang berbeda dengan membatik di kain. Pola dengan batik kayu adalah pola manual, berbeda dengan pola pada kain yang dicetak. Harga hasil kerajinan batik kayu ini berkisar dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Kerajinan batik kayu telah menjadi tulang punggung bagi warga Desa Krebet. Banyak wisatawan dalam negeri hingga wisatawan asing yang berwisata homestay untuk mempelajari teknik batik kayu. Tarif menginap di homestay desa Krebet tidaklah mahal, harga berkisar dari Rp 40.000- 100.000.

Selain belajar teknik batik kayu, suasana alam yang tenang dan udara yang bebas dari polusi juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jika Anda belum punya ide untuk liburan di akhir tahun, Desa Krebet bisa menjadi pilihan yang tepat. Detik Travel

Kamis, 05 Januari 2012

Telaga Motoindro Panggang Ambles

Diawali Suara Gemuruh Mirip Gempa
Wonosari (KR) Telaga Motoindro di Temuireng Girisuko panggang Gunung Kidul, Rabu (4/1) ambles dengan diameter sekitar 5 meter dan kedalaman lebih dari 6 meter. Akibatnya, air telaga yang menjadi andalan 300 Kepala Keluarga terutama untuk kebutuhan mandi dan mencuci tersebut kering.

Menurut warga setempat Sugirin (30), telaga yang memiliki luas 300 meter persegi dengan panjang 20 meter dan lebar 15 meter tersebut, sebelum ambles penuh dengan air yang dimanfaatkan untuk mandi dan mencuci warga sekitar. Sekitar dua hari lalu, warga mendengan suara gemuruh berasal dari dalam bumi. Warga sempat panic dan menduga terjadi gempa bumi.

Kejadian itu terulang lagi hingga, Rabu (4/1) sumber suara berasal dari sekitar telaga. “Puluhan warga lengsung mendatangi telaga Motoindra dan mendapati fenomena aneh. Air telaga bergerak memutar yang akhirnya berangsur angsur surut hingga air telaga habis terserap ke dalam bumi.” Ujar Sugirin.

Begitu air telaga kering, warga mendapati sebuah lubang besar dengan diameter 5 meter persegi dan kedalaman lebih 6 meter. Kuat dugaan amblesnya tanah di telaga Motoindro ini akibat di dalam tanah terdapat rongga (luweng). Sehingga begitu diguyur hujan dengan intensitas tinggi, amles. “Berujung peristiwa tersebut terjadi tidak sedang dimanfatkan warga untuk mandi sehingga peristiwa itu tidak menimbulkan korban,” ujar Ny Ngatilah (70)

Kepala Kesbangpolinmas PB Gudungkidul, Drs Kasiyo MM menyatakan, pihaknya segera meninjau lokasi dan melakukan langkah-langkah lebih lanjut atas kejadian tersebut. Termasuk melapor kepada Bupati Gunungkidul Hj badingah Ssos.

Dikonfirmasi terkait fenomena alam tersebut, Dosen program Studi Teknik Geologi UPN Veteran Yogyakarta Dr Eko Teguh Paripurno mengatakan, Gunungkdul merupakan daerah karst, yakni didalam tanah terdapa goa goa. Pemicu amblesnya tanah Telaga Motoindro bisa disebabkan karena gempa, iklim atau ulah manusia.krjogja.com

Desa Wisata Kasongan

Berkunjung ke Jogja belumlah lengkap sebelum mampir ke tempat ini. Kasongan, dusun yang begitu terkenal dengan seni gerabahnya. Meski berbahan baku tanah liat dari sawah, hasil kerajinan kasongan begitu terkenal di Indonesia maupun belahan dunia yang lain. Sebuah tempat yang layak anda kunjungi ketika kaki sudah menginjakkan kaki di Jogjakarta.

Kasongan adalah nama daerah tujuan wisata di wilayah kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang terkenal dengan hasil kerajinan gerabahnya. Tempat ini tepatnya terletak di daerah pedukuhan Kajen, desa Bangunjiwo, kecamatan Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, (~ S 7.846567° - E 110.344468°) sekitar 6 km dari Alun-alun Utara Yogyakarta ke arah Selatan.

Sejarah

Kasongan mulanya merupakan tanah pesawahan milik penduduk desa di selatan Yogyakarta. Pada Masa Penjajahan Belanda di Indonesia, di daerah pesawahan milik salah satu warga tersebut ditemukan seekor kuda yang mati. Kuda tersebut diperkirakan milik Reserse Belanda. Karena saat itu Masa Penjajahan Belanda, maka warga yang memiliki tanah tersebut takut dan segera melepaskan hak tanahnya yang kemudian tidak diakuinya lagi. Ketakutan serupa juga terjadi pada penduduk lain yang memiliki sawah di sekitarnya yang akhirnya juga melepaskan hak tanahnya. Karena banyaknya tanah yang bebas, maka penduduk desa lain segera mengakui tanah tersebut. Penduduk yang tidak memiliki tanah tersebut kemudian beralih profesi menjadi seorang pengrajin keramik yang mulanya hanya mengempal-ngempal tanah yang tidak pecah bila disatukan. Sebenarnya tanah tersebut hanya digunakan untuk mainan anak-anak dan perabot dapur saja. Namun, karena ketekunan dan tradisi yang turun temurun, Kasongan akhirnya menjadi Desa Wisata yang cukup terkenal.


Sejak tahun 1971-1972, Desa Wisata Kasongan mengalami kemajuan cukup pesat. Sapto Hudoyo (seorang seniman besar Yogyakarta) membantu mengembangkan Desa Wisata Kasongan dengan membina masyarakatnya yang sebagian besar pengrajin untuk memberikan berbagai sentuhan seni dan komersil bagi desain kerajinan gerabah sehingga gerabah yang dihasilkan tidak menimbulkan kesan yang membosankan dan monoton, namun dapat memberikan nilai seni dan nilai ekonomi yang tinggi. Keramik Kasongan dikomersilkan dalam skala besar oleh Sahid Keramik sekitar tahun 1980an.


Desa Wisata


Hasil kerajinan dari gerabah yang diproduksi oleh Kasongan pada umumnya berupa guci dengan berbagai motif (burung merak, naga, bunga mawar dan banyak lainnya), pot berbagai ukuran (dari yang kecil hingga seukuran bahu orang dewasa), souvenir, pigura, hiasan dinding, perabotan seperti meja dan kursi, dll. Namun kemudian produknya berkembang bervariasi meliputi bunga tiruan dari daun pisang, perabotan dari bambu, topeng-topengan dan masih banyak yang lainnya. Hasil kerajinan tersebut berkualitas bagus dan telah diekspor ke mancanegara seperti Eropa dan Amerika. Biasanya desa ini sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta.


Ingin berkunjung ke Kasongan call/sms : 0274 6503624 /0877 381 370 36




Tulisan 'Allah' Muncul Dikulit Bayi Ini

SEMARANG ( - Fenomena aneh dialami seorang bayi di Semarang, Jawa Tengah. Tulisan 'Allah' (dalam huruf Arab) tiba-tiba muncul di tangan kanan bayi perempuan berusia dua bulan tersebut.

Bayi bernama Cantika Wulan Cempaka Wuni, warga Jalan Pedurungan Tengah, 5A, Kelurahan/Kecamatan Pedurungan, Semarang, ini tiba-tiba menjadi perhatian warga.

Tulisan ‘Allah’ berwarna putih terlihat jelas di tangan kanan bagian bawah putri pasangan Faizin dan Nur Halimah ini.
Sejak lahir dua bulan lalu, Cantika tidak menunjukkan keanehan apa pun. Baru pada Selasa 3 Januari siang kemarin tulisan tersebut diketahui.

Nur Halimah, ibu Cantika, Rabu (4/1/2012), mengatakan tulisan Allah muncul bersamaan azan Zuhur. Saat itu anaknya menangis di kamar sambil mengangkat tangan kanannya seolah ingin memperlihatkan tulisan itu.

Halimah mengaku tidak memiliki firasat apa pun terkait munculnya tulisan tersebut. Dia juga enggan mengaitkan temuan itu dengan hal-hal mistik. Halimah hanya berharap dengan tulisan itu putrinya menjadi anak sholehah. (Okz/Git)krjogja.com

Kamis, 20 Oktober 2011

Dijual Rumah 90jt di Plered Bantul





Rumah LT : 100m LB: 65m 2 Kmr Tdr Dpr R Mkan Kmar mandi Full Kramik.Lokasi Rumah di Sebelah Timur SMU negeri Plered Bantul. Mobil Masuk Suasana pedesaan. Nyaman tenteram Yang berminat silakan telpon 0274 8248335 atau 081903774331

Rabu, 19 Oktober 2011

Teknik Geologi UGM Jadi Pusat Unggulan Pengurangan Risiko Longsor

Jurusan Teknik Geologi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima penghargaan sebagai pusat unggulan dunia dalam hal pengurangan risiko bencana longsor berbasis masyarakat. Penghargaan sebagai World Center of Excellence for Community-based Landslied Disaster Risk Reduction diberikan oleh International Program on Landslide and United Nation International Strategy for disaster Risk Reduction.

Penganugerahan penghargaan dilakukan bersamaan dengan konferensi bencana longsor yang dihadiri 80 negara di dunia, 3 Oktober 2011 di Kantor Pusat FAO, Roma.
Kepala Jurusan Jurusan Teknik Geologi UGM, Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D., menyampaikan Jurusan Teknik Geologi UGM berhasil bersaing dengan 42 penelitian tentang bencana tanah longsor yang berasal dari 30 negara di dunia.Dalam kesempatan tersebut dipilih tiga terbaik yaitu UGM, United State Geological Survey (USGS) yang bekerja sama dengan Canadian Geological State dan adalah Norwegian Geotechnical Institute.

"Waktu itu terdapat 44 penelitian longsor dari 30 negara di dunia. Setelah dievaluasi akhirnya dua penelitian kita tentang deteksi dini bahaya longsor dan KKN-PPM Mitigasi Bencana Longsor yang terpilih sebagai world center of excellent for community based landslide disaster risk reduction. Penelitian kami dinilai unggul karena dianggap visioner dengan melibatkan masyarakat dan generasi muda dalam deteksi dan mitigasi longsor," jelasnya, Kamis (13/10/2011) di UGM.

Dwikorita menuturkan secara rutin setiap tahunnya jurusan melaporkan kegiatan penelitian mengenai pengurangan resiko bencana longsor di Indonesia. Hasil penelitian dilaporkan ke konsorsium penanganan lonsor dunia. "Mulai tahun 2009 lalu kami secara rutin mengirimkan laporan riset tentang pengurangan resiko bencana longsor di Indonesia ke International Consortium on Landslide," papar Guru Besar Geologi UGM ini.TRIBUNJOGJA.COM

Selasa, 16 Agustus 2011

Rumah Menawan Terjual

Tampak Depan

Selasa, 09 Agustus 2011

Brrrr...suhu Jogja malam hari capai 16 derajat

JOGJA—Wilayah Jogja saat ini tengah mengalami masa puncak kemarau. Hal itu menyebabkan suhu malam hari turun hingga 16 derajat celsius dan panas hingga 32 derajat celcius di siang hari.

BMKG Jogja memprediksi, rendahnya suhu saat malam hari akan terjadi hingga akhir Agustus. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Jogja Toni Wijaya menjelaskan, penurunan suhu udara itu terjadi karena saat ini Jogja tengah mengalami puncak musim kemarau.

Dijelaskannya, akibat musim kemarau ini langit cenderung cerah di siang hari. Penyebabnya, jelas Toni, awan hasil dari penguapan air di bumi langsung terpantul ke matahari dan menyebabkan panas di siang hari. Sebaliknya, akibat awan tidak banyak terkumpul maka bumi tidak memiliki penutup sehingga menyebabkan suhu turun dan dirasa dingin pada malam hari.

“Agustus ini kita mengalami puncak kemarau sehingga hasil penguapan banyak dipantulkan ke udara, sehingga sinar matahari langsung dan menyebabkan panas, sebaliknya pada malam hari akan terasa sangat dingin,” katanya hari ini, (9/9).

Dari pemantauannya sepanjang Agustus ini, suhu udara saat siang maksimal mencapai 32 derajat celcius. Sementara suhu terendah terpadi pada Jumat (5/8) kemarin dengan suhu mencapai 16 derajat celcius. “Suhu dingin di malam hari dan panas di siang hari kami prediksikan masih akan terus terjadi sampai akhir Agustus,” kata.(Harian Jogja/Rina Wijayanti)